Pages

Blogroll

About

Blogger templates

Blogger news

Selasa, 04 Desember 2012

sosiologi sastra

sosiologi memiliki berbagai cabang ilmu, diantaranya adalah sosiologi sastra, sosiologi pendidikan, sosiologi politik, dan lain-lain....dalam postingan ini saya akan menjelaskan tentang sosiologi sastra..
untuk lebih lengkapnya mari kita baca bersama artikel di bawah ini...

check this ouuuttt.......... ^_^

 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia( 1989: 855 ), sosiologi sastra merupakan pengetahuan tentang sifat dan perkembangan masyarakat dari atau mengenai sastra karya para kritikus dan sejarawan yang terutama mengungkapkan pengarang yang dipengaruhi oleh status lapisan masyarakat tempat ia berasal, ideologi politik dan sosialnya, kondisi ekonimi serta khalayak yang ditujunya.
Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan kemasyarakatan umum yang merupakan hasil terakhir daripada perkembangan ilmu pengetahuan. Sosiologi lahir pada saat-saat terakhir perkembangan ilmu pengetahuan, oleh karena sosiologi didasarkan pada kemajuan-kemajuan yang telah dicapai ilmu-ilmu pengetahuan lainnya. Selanjutnya Camte berkata bahwa sosiologi dibentuk berdasarkan pengamatan dan tidak pada spekulasi-spekulasi perihal keadaan masyarakat dan hasil- hasil observasi tersebut harus disusun secara sistematis dan motodologis (Soekanto, 1982: 4 ).
Sastra dapat dipandang sebagai  suatu gejala sosial. Sastra yang ditulis pada suatu kurun waktu tertentu langsung berkaitan dengan norma-norma dan adat istiadat zaman itu. Pengarang mengubah karyanya selaku seorang warga masyarakat pula ( Luxenburg, Bal, dan Willem G. W. terjemahan Dick Hartoko. 1084: 23 ).Lebih lanjut dikatakan bahwa hubungan antara sastra dan masyarakat dapat diteliti dengan cara:
  1. Faktor – faktor di luar teks, gejala kontek sastra, teks itu tidak ditinjau. Penelitian ini menfokuskan pada kedudukan pengarang dalam masyarakat, pembaca, penerbitan dan seterusnya. Faktor-faktor konteks ini dipelajari oleh sosiologi sastra empiris yang tidak dipelajari, yang tidak menggunakan pendekatan ilmu sastra.
  2. Hal-hal yang bersangkutan dengan sastra diberi aturan dengan jelas, tetapi diteliti dengan metode-metode dari ilmu sosiologi. Tentu saja ilmu sastra dapat mempergunakan hasil sosiologi sastra, khususnya bila ingin meniti persepsi para pembaca.
  3. Hubungan antara  (aspek-aspek ) teks sastra dan susunan masyarakat sejauh mana system masyarakat serta jaringan sosial dan karyanya, melainkan juga menilai pandangan pengarang.
Pendekatan sosiologi sastra jelas merupakan hubungan antara satra dan masyarakat,  literature is an exspreesion of society, artinya sastra adalah ungkapan perasaan masyarakat. Maksudnya masyarakat mau tidak mau harus mencerminkan dan mengespresikan hidup (  Wellek and Werren, 1990: 110 ).
Hubungan yang nyata antara sastra dan masyarakat oleh Wellek dan Werren dapat diteliti melalui:
1.  Sosiologi Pengarang
Menyangkut masalah pengarang sebagai penghasil Karya satra. Mempermasalahkan status sosial, ideologi sosial pengarang, dan ketertiban pengarang di luar karya sastra.
 2.  Sosiologi Karya Sastra
Menyangkut eksistensi karya itu sendiri, yang memuat isi karya sastra, tujuan, serta hal-hal lain yang tersirat dalam karya sastra itu sendiri, dan yang berkaitan masalah-masalah sosial.
3.  Sosiologi Pembaca
Mempermasalahkan pembaca dan pengaruh sosial karya tersebut, yakni sejauh mana dampak sosial sastra bagi masyarakat pembacanya ( Wellek dan Werren, 1990: 111 ).
Beberapa pengertian dan pendapat di atas menyimpulkan bahwa pendekatan sosiologi sastra adalah pendekatan terhadap karya sastra dengan tidak meninggalkan segi-segi masyarakat, termasuk latar belakang kehidupan pengarang dan pembaca karya sastra.
Karya sastra kita kenal sebagai karya imajinasi yang lahir bukan atas kekososngan jiwa namun juga atas realitas yang terjadi di sekeliling penarang. Hal ini tentu tidak lepas dari unsure yang membangun karya sastra tersebut yang meliputi unur intrinsik (unsure yang membangun karya sastra dari dalam dan unsure ekstrinsik (unsure yang membangun karya sastra dari luar). Salah satu contoh kajian sktrinsik karya sastra adalag konflik sosial yang hal tersebut tercakup dalam kajian sosiologi sastra.
Sosiologi sastra merupakan kajian ilmiah dan objektif mengenai manusia dalam masyarakat , mengenai lembaga dan proses sosial . Sosiologi mengkaji struktur sosial dan proses sosial termasuk didalamnya perubahan-perubahan sosial yang mempelajari lembaga sosial. agama, ekonomi, politik dan sebagainya secara bersamaan dan membentuk struktur sosial guna memperoleh gambaran tentang cara­-cara manusia menyesuaikan diri dengan lingkungannya, mekanisme kemasyarakatan dan kebudayaan. Sastra sebagaimana sosiologi berurusan dengan manusia ; karena keberadaannya dalam masyarakat untuk dinikmati dan dimanfaatkan oleh masyarakat itu sendiri. Sastra sebagai lembaga sosial yang menggunakan bahasa sebagai mediumnya karena bahasa merupakan wujud dari ungkapan sosial yang menampilkan gambaran kehidupan.
Menurut Wolf terjemahan Faruk mengatakan, “Sosiologi kesenian dan kesusastraan merupakan suatu disiplin ilmu yang tanpa bentuk; tidak terdefinisikan dengan baik , terdiri dari sejumlah studi empiris dan berbagai percobaan pada teori yang agak lebih general; yang masing-masing hanya mempunyai kesamaan dalam hal bahwa semuanya berurusan dengan antara seni dan kesusasteraan dengan masyarakat ( 199 : 3 ).

Ragam Sosiologi Sastra
Mengenai ragam pendekatan terhadap karya sastra kajian sosiologis mempunyai tiga klasifikasi ( Wellek dan Warren : 1986 )
(a) Sosiologi pengarang 
(b) Sosiologi karya sastra 
(c) Sosiologi sastra 
Dalam sosiologi pengarang, wilayahya mencakup dan memasukkan status sosial , ideologi sosial dan lain sebagainya menyangkut pengarang, dalam hal ini berhubungan posisi sosial pengarang dalam masyarakat dan hubungannya dengan rnasyarakat sastra.
Mengenai sosiologi karya sastra , yaitu mempennasalahkan karya sastra itu sendiri dengan kata lain menganalisis struktar karya dalam hubungannya antara karya seni dengan kenyataan dengan tujuan menjelaskan apa yang dilakukan dalam proses membaca dan memahami karya sastra ” sosiologi sastra, wilayah cakupannya dan memasalahkan pembaca sebagai penyambut dan penghayat karya sastra serta pengaruh sosial karya sastra terhadap pembaca atau dengan kata lain memasalahkan tentang pembaca dan pengaruh sosialnya terhadap masyarakat.
Penelaahan unsur sosiologis karya sastra khususnya roman  juga dikaitkan dengan sistem kemasyarakatan karena dalam sistem ini terjadi interaksi sosial yang cenderung menghasilkan suatu kebudayaan .Dimana di dalamnya mengatur cara manusia hidup berkelompok clan berinteraksi dalam jalinan hidup bermasyarakat. Hal ini berpengaruh terhadap kehidupan manusia yang mengalarni berbagai modernisasi. Manusia dalam menjalani kehidupan manusia harus menyadari akan kefanaan hidup itu sendiri.
 
nah...sudah faham kan bloggers? sudah dong yaaa... semoga bermanfaat ^_^

sosiologi sebagai ilmu

ini adalah penjelasan mengenai sosiologi yang bisa digunakan sebagai ilmu pengetahuan yang sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat sehari-hari..

mari kita kaji lebih jelas...



Setiap kejadian atau peristiwa yang terjadi dalam masyarakat akan menjadi pengetahuan bagi anggotanya. Suatu pengetahuan ada yang tersusun secara sistematis dan ada yang tidak. Suatu pengetahuan yang tersusun secara sistematis, menggunakan pemikiran, dan dapat dikontrol secara kritis oleh orang lain disebut dengan ilmu atau lebih dikenal dengan istilah ilmu pengetahuan.
Menurut Soerjono Soekanto, ilmu pengetahuan dapat didefinisikan sebagai kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran (logika), pengetahuan mana haruslah objektif, artinya selalu dapat diperiksa dan diuji secara kritis oleh orang lain. Jadi, tidak semua pengetahuan dapat disebut sebagai ilmu, melainkan hanya pengetahuan yang tersusun secara sistematis dan teruji kebenarannyalah yang disebut dengan ilmu pengetahuan.
Apakah sosiologi merupakan ilmu pengetahuan? Sejak pertama dicetuskan istilah sosiologi, para pelopor sosiologi beranggapan bahwa sosiologi merupakan suatu ilmu pengetahuan. Namun apakah hal itu benar? Untuk mengetahuinya, mari kita lihat syarat-syarat sebuah ilmu pengetahuan. Menurut para ahli, syarat ilmu pengetahuan adalah sebagai berikut.
1. Kumpulan pengetahuan (knowledge).
2. Tersusun secara sistematis.
3. Menggunakan pemikiran (logis dan rasional).
4. Terbuka terhadap kritik (objektif).
Apakah syarat-syarat di atas dimiliki oleh sosiologi? Mari kita telaah bersama-sama. Sosiologi merupakan pengetahuan tentang fenomena masyarakat, seperti interaksi sosial, aturan-aturan dalam kehidupan masyarakat, pertikaian atau konflik, perubahan sosial, dan sebagainya. Sosiologi tersusun secara sistematis. Artinya mempunyai sistematika tertentu dengan unsur-unsur yang merupakan suatu kebulatan. Misalnya, pembahasan tentang interaksi sosial mempunyai kaitan dengan norma sosial karena interaksi sosial membutuhkan aturan-aturan tertentu. Meskipun demikian, sistematika yang dimaksud dalam pembahasan sosiologi itu bersifat dinamis yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Sosiologi merupakan hasil pemikiran yang biasanya bersumber dari fakta-fakta atau kejadian-kejadian yang ada dalam masyarakat. Pada bagian sejarah perkembangan sosiologi sudah terlihat jelas munculnya sosiologi sebagai hasil dari pemikiran para ahli terhadap situasi dan kondisi masyarakat. Fenomena masyarakat itu dikaji oleh pikiran, bukan oleh perasaan. Setiap kajian sosiologi, misalnya perubahan sosial, akan dimulai dengan pertanyaan mengapa terjadi perubahan dalam masyarakat? Siapa yang melakukan perubahan? Faktor-faktor apa yang menyebabkan terjadinya perubahan? Dan sejumlah pertanyaan lain yang dijawab dengan menggunakan pikiran.
Pengetahuan sosiologi, sistematika sosiologi, dan pemikiran sosiologi dapat ditelaah oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, sosiologi dikatakan bersifat objektif. Namun apabila terjadi perbedaan pandangan dalam suatu fenomena yang terjadi di masyarakat, hal itu karena adanya perbedaan paradigma atau perbedaan sudut pandang. Dan sosiologi tidak mempermasalahkan adanya perbedaan itu. Sosiologi telah memenuhi syarat-syarat ilmu seperti dikemukakan di atas. Oleh karena itulah sosiologi dapat disebut sebagai ilmu. Sosiologi sebagai ilmu berdiri sendiri yang objeknya masyarakat. Sosiologi memiliki karakteristik sebagai ilmu yang bersifat khusus sebagaimana disebutkan oleh Harry M. Johnson dalam bukunya Sociology A Systematic Introduction (1960) yang menjelaskan:
1. Sosiologi bersifat empiris, artinya ilmu pengetahuan tersebut didasarkan pada observasi (pengamatan) terhadap keyakinan dan akal sehat, serta hasilnya tidak bersifat spekulatif, melainkan objektif.
2. Sosiologi bersifat teoretis, artinya ilmu pengetahuan itu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi. Abstraksi merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis serta bertujuan untuk menjelaskan antarhubungan dan sebab akibat, sehingga menjadi teori.
3. Sosiologi bersifat kumulatif, artinya teori-teori sosiologi dibentuk berdasarkan teori-teori yang sudah ada. Jadi sosiologi memperbaiki, memperluas, dan memperhalus teori-teori yang sudah ada itu.
4. Sosiologi bersifat nonetis, artinya yang menjadi inti persoalan dalam sosiologi bukanlah baik buruknya suatu fakta, melainkan tujuan yang hendak dicapai dengan menjelaskan fakta tersebut.

sosiopera

dalam sosiologi juga terdapat semacam drama...biasanya dibahas dalam sosiologi sastra, dan ini merupakan kelanjutan dari postingan yang sebelumnya.. dramanya tidak kalah seru dari drama-drama dalam pelajaran bahasa indonesia lhooo...

kalau nggak percaya silakan dibaca sepenggal drama dibawah ini...isinya menceritakan tentang penyimpangan sosial...check it ouuutttt :D


drama sosiologi

 TEMA “PENYIMPANGAN SOSIAL”
“PUTIH YANG MENJADI HITAM”
Judul                  : Putih yang menjadi hitam
Tokoh dan Peran 
1.     Sugiatno sebagai anak  sholeh yang jadi tidak baik.
2.    Clara diperankan oleh wenny sebagai ketua dari perkumpulan genk nakal dan juga sbg pengedar narkoba
3.    Yolanda sebagai teman clara dan sifatnya sgt ksar.
4.    Elin sebagai teman sugi yang mempunyai hati yang lembut.
5.    yunial sbg teman sugi yang bersifat emosional.
Bel pulang sekolah SMA Sukamaju berbunyi. Dengan adanya suara bel itu pun, Semua siswa  berhamburan keluar, tak terkecuali sugi. Namun saat ia keluar beberapa meter dari gerbang sekolah, ia dicegat oleh 2 orang siswa cewek yang gayanya sangat preman.
Clara : Heh cupu !!! mow kmn lo ?!!(sinis)
Sugi:e…ma…mau pulang(gemetaran)
Yolanda: pulang? Enak baget lo !(sambil joglo kpla sugi)
Clara : klo lo mow plg, serahin semua duit lo ma gue!!!
Sugi: ta…tapi aku ga pnya uang..(ketakutan)
clara: Oh.... gax punya uang? Pintar banget lo ya ngelesnya… bukannya lo tu anaknya pejabat itu ya. Masa ga pnya duit. Bulsyit…
sugi: bukan. Q bukan anaknya. Aku Cuma jadi guru privat disana.
Clara: oh ya? Yolan, cek dia….!!!!
Yolanda: Oke(mengecek kantong baju & celana sugi). Gak ada ra…
Clara, sialan !!! jadi lo cma pembntu disana ?(marah)
Sugi: bukan pembantu tapi...
Clara: alah....sama aja. Yolan, habisin dia.
Yolanda: oke...!
Sugi: eh.... tunggu-tunggu! Aku mow diapain?(ketakutan)
Yolanda: pake tanya lagi. ... mnurut lo? (sinis)
Sugi: e....saya jgn diapa-apain dong. saya mau nglakuin apa aja kok asal saya gax diapa-apain.
Clara: apa aja? sriuz lo !!!
Sugi: i...i....ya(ragu)
Clara: oke. kita gak bkal ngapa-ngapain lo. Tapi, ada 1 syarat. Lo!!(sambil nunjuk sugi) ikut kita.
Sugi: kmn ?
Yolanda: pke tanya lgi. Ikut aja.
Sugi pun dibawa oleh clara and the genk ke sebuah tempat yang menjadi tempat nongkrong mereka.
Clara: nih!(menyerahkan obat naroba ke yolanda & sugi)
Yolanda: thanks ra...
Sugi: apaan nih?
Clara: ini?...hahaha lo gax tow ya ? ini permen mujarab bro….
Sugi: maksud kamu narkoba ya?
A&b saling berpandangan & langsung ketawa.
Yolanda: eh cupu….! Lo nuduh kita pake narkoba hah?!! Mow gue bunuh lo? Ini bkn narkoba tau....(marah)
Sugi: truz ini apaan?
Clara: mending lo coba dlu. Tenang aja, ini bkn narkoba kok. Jgn suka negatif thinking dlu donk. Oh ya…. utk hari ne, gue ksih gratis ini bwt lo. Tapi ingat! utk sterusnya, klo u mow mkn ini, u hrus byar dlu ke gue.
Sugi: aku ga mow mkn permen itu!
Yolanda: kamu cari mati ya. Dibilangin mkn ya mkn. Susah bgt sih. Lgian klo mkn prmn itu kan, lo ga bakal mati jg. Cpet mkn....
Sugi: ta...(ketakutan)
Clara:mengepal tangannya  seperti tanda ingin menghajar)
 Sugi pun akhirnya memakan permen aneh tsb. Dan kemudian ia langsung plg krmh. Namun saat sugi mow solat magrib, sesuatu pun terjadi.
Sugi: aduh knp nih  ? Kok rsanya gax enak bgt ya? Pingin mkn permen itu lagi. (menggigil) (menelepon clara)
Sugi: assa….
Clara: ada apa>
Sugi: kamu udah boongin saya ya. Itu narkoba kan?(gemetaran)
Clara: ehm... knp? Gax suka?
Sugi: kamu...!!!(marah) ya udah lah. Skrng aq btuh bgt brg itu. Aku minta lg donk...(gemetaran)
Clara: minta? Ga slah? Enak bgt. Beli dlu donk...
Sugi: oke…oke… brp? (gemetaran)
Clra: untuk lo, 1 brg, 1 juta aja deh…
Sugi: hah...1 juta? Ga slah 2?
Clra: ya...itu sih terserah lo. Klo u ga mow jg ga papa.
Sugi: ehh…. A…aku mow kok. Jd skrg kita ktemuan dmn? (gemetaran)
Clara: di tempt biasa aja. Ok
Sugi: oke
Untuk mendapatkan uang yang bnyk itu, sugi pun kebingungan stengah mati, namun karena ia benar2 ingin makan obat itu, maka ia pun menagambil uang kontrakan rumah ibunya sendiri yang ada didlm lemari.
Sugi : maafin sugi bu…
Setelah mengambil uang itu, diapun lnsung prig ke tempat clara and the genk.
Sugi: nih uangnya ra. Mna brgnya…
Clara: hahaha… bagus2. nih(menyerahkan obt ke sugi)
Sugi(langsung memakan obat itu)
Hal ini terus & terus tejadi di kehidupan sugi. Dan utuk mendapatkan uang yang banyak itu, sugi melakukan berbagai cara., yaitu mulai dari mencuri, nyopet, majak, dll. Ia tidak pernah jera telah dikjar2 polisi sampai puluhan bahkan ratusan kali. Dan suatu hari...
Sugi(mencopet dompet siti)
Siti: copet! Tolong copet!(triak2)
Yunial: (mengejar sugi tapi ga terkejar)
Siti: kmu ga papa nia?
Nia: (ngos2an). Aku gak papa, tpi copetnya...
Siti: gak papa kok. Aku dah ikhlasin tas itu. Mnurut aku, shbt itu lebih penting lg daripada uang, karna uang kan bisa dicari lagi, klo sahabat?. Lagian Untung aja kmu ga diapa-apain ma tu copet, klo kmu smpe knp2 kan aku mlh tmbah brabe lgi. Ya kan?
Yunial: hehe(tersenyum)...thanks lin. Tapi kyaknya pencopet itu sugii deh.
Elin : sugi? Ah..gak mngkin bgt lgi. Udah yuk pulang....
Yunial: sriuz. Aku ga boong. Mataku khan masih normal.
Elin : tapi itu gak mungkin bgt nia. Sugi khan orgnya baik, soleh...
Yunial: cukup lin. Aku ga boong. Aku yakin d itu sugi. Lagian u liat sndri khan dan sbulan ini sikap sugi dah brubah. Gak prnah bljr bareng. Nilainya pda turun. Sering ga msuk sklah. Dan Klakuannya jga aneh.
Elin : tapi mungkin itu cuma...
Yunial: udah deh, nnt jg kmu bkl tow sndiri. Yuk pulang....
Saat perjalanan pulang, elin & yunial melihat sugi sedang membuka dompet milik elin  tadi di pinggiran jalan yang sepi.
Elin :  sugi...!
Sugi: eh elin(mgumpetin dompet tadi)
Yunial: (mengambil dompet dari tangan sugi) ini dompet kmu kan lin?
Elin : i..iya. Sugi ! kamu knp sih? Ini bukan sifat kamu khan.?(sedih kecewa)
Sugi: oh... jadi kmu nuduh saya nyuri dompet kmu ya lin? Mang yang pnya dmpet ini cma kmu aja apa?
Yunial: iya! Elin khan bli dmpetnya di singapure. Jd ga mngkn ada yang sma. Lagian bwt apa cowok buka2 dompet cewek klo ga abiz nyopet? Dah deh, gax usah ngles lgi….
Sugi: ah… sudahlah. Gue psing dngerin omongan klian smua. Klo ga prcya ya sudah (meninggalkan elin & yunial)
Sugi ternyata pergi ke tempat clara and the genk, tapi ternyata elin dan yunial mengikutinya.
(sugi, weny, Yolanda, sedang pke narkoba)
(elin dan yunial liat dr jendela.)
yunial: kmu liat sndiri khan lin. Sugi 2 skrg a bner...
elin: iya aku tahu. Maafin aku ya tdi udah ga prcya ma kmu (tersenyum). Tapi kita gak bkal ninggalin sugi dgn keadaan kyk gni khan? Kta skrg hrus nolong dia supaya ia bisa tobat.
Yunial: tobat? Eh lin, kmu bdoh ya... dia 2 skrg dah ga bner lgi. Dan kmu msih mow berteman ma dia?(mengambil hp)
Elin: kmu mow apa nia?
Yunial: mow tlp polisi.
Elin : jngan....!
Yunial: jangan? Kmu dah gila ya lin? Mereka semua tuh lgi pda mlakukan tindakan yang ga bner lgi Pke narkoba lin..  Pikirlah ….
Elin: tapi…
Yunial: klo kmu pingin sugi jd baik lgi. Percaya ma aq. Ini jln terbaik utk dia lin.
Elin: ya udah. Terserah kmu deh
(yunial tlp polisi)
 tandri: halo. Ini dari poltabes jambi. Ada yang bisa saya bantu?
Yunial: pak polisi, disini skrg lgi ada perkumpulan yang spertinya lagi pesta narkoba. Tolong grebek mereka pak...
Tandri: oh...pasti2. bisa anda kasih tau alamatnya dgn jlas jelas ?
Yunial: ya. Tempatnya di perumahan pall merah. Jln mawar. No brpa ya?(melihat atas rumah) oh… no 25. pkoknya tmptnya msuk kdlm lgi pak.
Tandri:.(sambil nyatat) oh baik… saya akan segera kesana.
Sesampainya disana...
(sirine mobil polisi berbunyi)
Yolanda: bro…. Kykny Ada mobil polsi tuh. . .
Clra: iya... ayo kbur smua...
(semuanya pada kbur tpi akhirnya mereka tertangkap semua)
polisi pun berbicara dengan yunial dan elin
tandri: terima kasih kalian telah membantu kami dalam menangkap mereka semua. Mereka itu telah menjadi buronan kmii sebulan. Sekali lagi trima kasih.
Elin & yunial: sama2 pak.
Sugi: kalian.....(kecewa)
Elin: maafin kmi sugi. Ini yang terbaik utkmu. Maaf....(sedih)
Sugi: baik apanya lin...
Tandri: dah ayo.....(menarik sugi, clara, dan yolanda)
Sugi & clara and the genk akhirnya dimasukkan ke dalam penjara. Dan mereka mendekam disana dengan waktu yang cukup lama. Apalagi clara n the genk, mereka dihukum 10 thun penjara. Dan uang denda sbesar rp. 100 juta krena telah mengedarkan sekaligus memakai narkoba. Sedangka sugi dihukum selama 7 thun krn memakai narkoba dan sering mencuri brg.
Baiklah.... teman2. hanya ini drama singkat kami. Semoga kalian semua bisa mengambil pelajaran dari drama ini yaitu supaya kita berhati-hati dengan apa yang ada diskitar kita. Dan jgn smpai kita  terperangkap dan terjerumus pada hal-hal yang negatif. Karena sesungguhnya  perbuatan2 spt itu tidak akan membuahkan hasil melainkan kesengsaraan. Jadi, don’t try at home  . Oke.

perkenalan sosiologi

halooo bloggers...dalam blog saya ini akan banyak membahas materi sosiologi, dimana sosiologi adalah pelajaran favorit dan sekarang saya sedang menekuninya lebih dalam di Fakultas Ilmu Sosial UNY...

sebelum membahas banyak materi mengenai sosiologi, saya perkenalkan terlebih dahulu tentang sosiologi...sosiologi itu pelajaran apa sih? bahas apa aja? nah...untuk lebih jelasnya kita ke paragraf berikutnya aja yaahhh...check it out... :D

Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius yang berarti kawan, teman sedangkan Logos berarti ilmu pengetahuan. Ungkapan ini dipublikasikan diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul “Cours De Philosophie Positive” karangan August Comte (1798-1857). Walaupun banyak definisi tentang sosiologi namun umumnya sosiologi dikenal sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat.
Masyarakat adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya. Sosiologi hendak mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.
Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku bangsa, negara, dan berbagai organisasi politik, ekonomi, sosial.


Sejarah Istilah Sosiologi 
Istilah Sosiologi sebagai cabang Ilmu Sosial dicetuskan pertama kali oleh ilmuwan Perancis, bernama August Comte tahun 1842 dan kemudian dikenal sebagai Bapak Sosiologi. Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat lahir di Eropa karena ilmuwan Eropa pada abad ke-19 mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial. Para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia. Comte membedakan antara sosiologi statis, dimana perhatian dipusatkan pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanya masyarakat dan sosiologi dinamis dimana perhatian dipusatkan tentang perkembangan masyarakat dalam arti pembangunan. Rintisan Comte tersebut disambut hangat oleh masyarakat luas, tampak dari tampilnya sejumlah ilmuwan besar di bidang sosiologi. Mereka antara lain Herbert Spencer, Karl Marx, Emile Durkheim, Ferdinand Tönnies, Georg Simmel, Max Weber, dan Pitirim Sorokin(semuanya berasal dari Eropa). Masing-masing berjasa besar menyumbangkan beragam pendekatan mempelajari masyarakat yang amat berguna untuk perkembangan Sosiologi.

Pokok Pembahasan Sosiologi.
Pokok bahasan sosiolgi ada empat:
1. Fakta sosial sebagai cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada di luar individu dan  mempunya kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut. Contoh, di sekolah seorang murid diwajidkan untuk datang tepat waktu, menggunakan seragam, dan bersikap hormat kepada guru. Kewajiban-kewajiban tersebut dituangkan ke dalam sebuah aturan dan memiliki sanksi tertentu jika dilanggar. Dari contoh tersebut bisa dilihat adanya cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang ada di luar individu (sekolah), yang bersifat memaksa dan mengendalikan individu (murid).
2. Tindakan sosial sebagai tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain. Contoh, menanam bunga untuk kesenangan pribadi bukan merupakan tindakan sosial, tetapi menanam bunga untuk diikutsertakan dalam sebuah lomba sehingga mendapat perhatian orang lain, merupakan tindakan sosial.
3. Khayalan sosiologis sebagai cara untuk memahami apa yang terjadi di masyarakat maupun yang ada dalam diri manusia. Menurut Wright Mills, dengan khayalan sosiologi, kita mampu memahami sejarah masyarakat, riwayat hidup pribadi, dan hubungan antara keduanya. Alat untuk melakukan khayalan sosiologis adalah persmasalahan (troubles) dan isu (issues). Permasalahan pribadi individu merupakan ancaman terhadap nilai-nilai pribadi. Isu merupakan hal yang ada di luar jangkauan kehidupan pribadi individu. Contoh, jika suatu daerah hanya memiliki satu orang yang menganggur, maka pengangguran itu adalah masalah. Masalah individual ini pemecahannya bisa lewat peningkatan keterampilan pribadi. Sementara jika di kota tersebut ada 12 juta penduduk yang menganggur dari 18 juta jiwa yang ada, maka pengangguran tersebut merupakan isu, yang pemecahannya menuntut kajian lebih luas lagi.
4. Realitas sosial adalah penungkapan tabir menjadi suatu realitas yang tidak terduga oleh sosiolog dengan mengikuti aturan-aturan ilmiah dan melakukan pembuktian secara ilmiah dan objektif dengan pengendalian prasangka pribadi, dan pengamatan tabir secara jeli serta menghindari penilaian normatif.

Ciri-Ciri dan Hakikat Sosiologi
Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat. Sosiologi sebagai ilmu telah memenuhi semua unsur ilmu pengetahuan. Menurut Harry M. Johnson, yang dikutip oleh Soerjono Soekanto, sosiologi sebagai ilmu mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut.
• Empiris, yaitu didasarkan pada observasi dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulasi (menduga-duga).
• Teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan, dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.
• Komulatif, yaitu disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas sehingga memperkuat teori-teori yang lama.
• Nonetis, yaitu pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.
Hakikat sosiologi sebagai ilmu pengetahuan sebagai berikut.
• Sosiologi adalah ilmu sosial karena yang dipelajari adalah gejala-gejala kemasyarakatan.
• Sosiologi termasuk disiplin ilmu normatif, bukan merupakan disiplin ilmu kategori yang membatasi diri pada kejadian saat ini dan bukan apa yang terjadi atau seharusnya terjadi.
• Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan murni (pure science) dan ilmu pengetahuan terapan.
• Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan abstrak dan bukan ilmu pengetahuan konkret. Artinya yang menjadi perhatian adalah bentuk dan pola peristiwa dalam masyarakat secara menyeluruh, bukan hanya peristiwa itu sendiri.
• Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian dan pola-pola umum, serta mencari prinsip-prinsip dan hukum-hukum umum dari interaksi manusia, sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat manusia.
• Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. Hal ini menyangkut metode yang digunakan.
• Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum, artinya sosiologi mempunyai gejala-gejala umum yang ada pada interaksi antara manusia.

nah...itu tadi penjelasan mengenai sosiologi, ada beberapa yang saya kutip dari buku dan internet agar lebih valid,,hehe..okay..untuk materi sosiologi yang lain akan saya posting lagi di judul berikutnya...tunggu yaaaaa :D
Assalammu'alaikum bloggers...maaf ini blog Anindita Puteri Wandansari yang kedua, yang kemarin eror nggak tau kenapa.... dan mari kita mulai membuat postingan-postingan baru lagiii...... happy read guys! :)